KENAPA SAYA HARUS BERKONTRIBUSI

Kontribusi Tiada Henti

Kontribusi Tiada Henti

Dalam setiap gerak perjuangan hanya ada 3 pilihan bagi kita, yaitu ikut sebagai pemain, ikut sebagai penonton, atau pun tidak pada kedua-duanya. Untuk pilihan ke-3, maka kita menjadi  orang yang acuh tak acuh dalam setiap gerak langkah ini. Untuk pilihan yang ke-2, maka kita akan menjadi komentator yang ulung dan selalu memprotes apa yang telah orang lain perbuat dalam sebuah permainan. Namun ketika menjadi yang memilih pilihan pertama, maka itu adalah pilihan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang telah ada.

Mengutip sebuah tulisan yang mengatakan bahwa peranan kita dalam perjuangan ini terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu afiliasi, pastisipasi, dan kontribusi. Di antara peran itulah kita harus berusaha untuk mengambil peranan yang terbaik, yaitu berkontribusi. Karena tidaklah cukup bagi kita untuk hanya mengatakan perjuangan yang kita lakukan adalah perbuatan mulia, tanpa kita turu serta dalam barisan yang berjuang untuk menegakkan kemuliannya kembali. Dalam prinsip seorang muslim, banyak ayat yang berkata tentang kontribusi kita dalam perjuangan ini, salah satunya, “beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat amal kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian amalkan.” QS At-Taubah: 105

Selain itu berkontribusi adalah sebuah keharusan yang merupakan bagian dari muwashafat nafi’un lighairihi, atau pun hadits khoirun naas anfa’uhum linnaas. Juga tentunya keterkaitan dengan perniagaan yang tiada batas yaitu ‘jual-beli’ dengan Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ketika kita melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangan (kekuasaan), lisan dan terakhir sebatas pengingkaran dalam hati.

Perjuangan ini adalah pekerjaan yang mulia, kerja yang mulia, karenanya harus dilakukan dengan memenuhi dua syarat utama, yaitu ikhlas dan benar. Ikhlas karena dilakukan semata- mata untuk dan karena Allah. benar karena sesuai dengan aturan yang ada. mengapa pekerjaan ini begitu mulia karena perjuangan ini adalah untuk menyeru kepada kebikan (ilmu) yang mana ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amal sholeh yang tidak akan terputus hingga akhir kiamat bahkan bersifat MLM.

Begitu mulianya perjuangan ini hingga begitu banyak pengorbanan dan cobaan untuk melaluinya. Tidak ada salah dalam itu semua karena memang itulah karakteristik jalan perjuangan ini yang panjang, penuh onak dan duri serta orangnya sedikit. Selain itu perjuangan ini juga dibangun oleh begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.
Dalam perjuangan inilah kita dituntut pengorbanan waktu, menguras tenaga dan menyita perhatian serta tidak jarang mengeluarkan dana bahkan harus memanajemen waktu terhadap kegiatan akademik kita. Rekan-rekan, jalan ini bukan dibangun di atas keuntungan duniawi, tentang apa yang kita bisa dapatkan di jalan ini, namun apa yang bisa kita korbankan untuk jalan ini.

Perjuangan erat kaitannya dengan amanah, karena Allah akan selalu memberikan sebuah amanah hanyak kepada orang-orang yang bisa melaksanakannya. Sehingga hal yang tidak kalah pentingnya adalah saat kita benar-benar memahami bahwa dengan amanahlah kita akan semakin dekat dengan Allah, amanah yang akan menjaga kita dari keterpurukan, iman juga membuat kita menjadi hidup. Sehingga hal ini yang akan menjadi alasan untuk senantiasa bergerak dan berkontribusi untuk berjuang.

Namun sekali lagi yang harus diperhatikan adalah saat ini banyak orang yang berprofesi sebagai kolektor ilmu tanpa komitmen amal, padahal perjuangan ini dibangun bukan oleh kata-kata tetapi oleh perbuatan yang nyata. Namun bukan berarti kita melarang orang untuk mencari ilmu karena banyak orang merasa telah beramal, tetapi tak ada buah apa pun yang ia petik dari amalnya, baik itu perubahan sifat, kelembutan hati ataupun kearifan budi dan keterampilan beramal. Bahkan tidak sedikit dari mereka beramal jahat tetapi mengira beramal baik, yang jika kita kaji penyebabnya adalah kekeringan kita akan sebuah ilmu.

Sahabat, perjuangan ini tidaklah cukup hanya dengan kata dan retorika belaka, namun lebih kepada perbuatan. Di sinilah peranan komitmen aktivis yang berjuang di jalan ini dengan pemahaman dan ucapannya. Sebagai wujud konsistensi antara ilmu dan amal.

Untaian-untaian kalimat di atas sangat mengguncang hati saya dan menuntut saya untuk ambil bagian dalam perjuangan ini. Hingga akhirnya hati ini tergerak untuk melaksanakannya. Dalam melaksanakan pekerjaan besar ini saya mencoba untuk berkontribusi dalam ranah perpolitikan kampus yang di dalamnya terdapat lembaga eksekutif dan legislatif, yang mana lembaga eksekutif sangat menonjol dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa, pengabdian terhadap masyarakat, serta sebagai pendorong kebijakan-kebijakan yang kondusif untuk kehidupan kampus yang berkaitan dengan mahasiswa.

Oleh karena itu saatnya kita bangkit dan bergerak bersama untuk memberikan kontribusi kecil kita dalam memperbaiki negeri ini. teringat sebuah kata seorang kakak, bahwa jika kita harus mengorbankan waktu, harta, dan darah untuk membuat cerahnya negeri ini, maka akan kami antarkan itu semua dengan senyuman yan menawan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: