INDONESIA DAN MAHASISWA

Hidup adalah proses pembelajaran

Hidup adalah proses pembelajaran

Indonesia merupakan negeri yang kaya-raya semua yang kita inginkan ada disini. Bahkan ada sebuah uangkapan yang menggambarkan kekayaan negeri ini yaitu “ketika di Indonesia Tongkat di tanam menjadi tanaman sedangkan di Arab tanaman di taman menjadi tongkat”. Kekayaan yang ada di negeri ini tidak terhitung jumlahnya minyak, batu-bara, emas, tembaga, kopi dll semua di hidangkan Alloh di Indonesia untuk kita Nikmati.

Namun hal ini bertolak belakang dengan keadaan rakyat Indonesia hari ini Menurut BPS, jumlah penduduk miskin tahun 2007 mencapai 37,17 juta jiwa. Di tahun yang sama, angka pengangguran mencapai 10,55 juta jiwa. Sementara menurut Tim Indonesia Bangkit (TIB), kemiskinan mencapai 42,1 juta jiwa. Di sisi yang lain Menurut data BPS tahun 2007, untuk umur di atas 15 tahun setidaknya ada 12,5 juta orang buta aksara. Ironisnya, angka tertinggi tingkat buta aksara ada di pulau Jawa. Yaitu, secara berurutan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, lalu Jawa Barat.

Realitas diatas merupakan sebuah hal yang bertolak belakang. Namun tidak ada upaya yang maksimal dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan itu semua. Bahkan hari ini pengangguran juga bertambah banyak. Hal ini terjadi karena lulusan-lulusan bangku perkuliahan hari ini menjadi pengangguran di negerinya sendiri sambil melihat orang asing bekerja di negeri kita. Konsekuensi logis dari banyaknya pengangguran adalah meningkatnya kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Realitas membuktikan bahwa banyak orang yang menganggur di negeri ini akibat untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan mereka masing-masing.

Disaat belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini maka mahasiswa selaku agent of change sudah sepantasnya melakukan langkah konkrit untuk menjadi akselerasi kesejahteraan masyarakat. Disamping mempunyai peran untuk mengingatkan pemerintah agar berpihak kepada rakyat, tugas mahasiswa lainnya adalah membawa ilmu-ilmunya untuk diterapkan kepada masyarakat.

Community Development adalah salah satu sarana yang pas untuk melakukan proses itu. Dengan adanya hal itu ilmu-ilmu yang sudah dipelajari oleh mahasiswa bukan lagi berada di dalam dimensi teori tetapi sudah masuk di dalam dimensi perbuatan. BEM UNJ selaku lembaga pemerintahan mahasiswa yang terdapat di UNJ sedah selayaknya menjadikan kegiatan ini sebagai cara untuk memperkuat basis gerakan BEM UNJ khususnya di kotanya sendiri.

Dengan hadirnya kegiatan ini semua kemampuan yang terangkam di dalam 7 fakultas bisa teraplikasikan dengan baik. UNJ memiliki basis pendidikan yang kuat. Ketika hari ini pendidikan sudah begitu mahal maka ini menjadi jawaban atas hal itu. Dengan hadirnya Community Development kita bisa menghadirkan pendidikan yang murah dan berkualitas untuk rakyat.

Disamping itu UNJ yang hari ini sedang giat untuk melakukan penelitian-penelitian di bidang keilmiahan dan wirausaha maka Community development bisa menjadi sarana untuk mencoba hasil penelitian tersebut sehingga bisa menjawab permasalahan kesejahteraan rakyat sebagai pemberi kail untuk mereke agar bisa meningkatkan kesejahteraannya sendiri, disamping merupakan alat untuk menyentil pemerintahan atas kebermanfaatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: